Tampilkan postingan dengan label bisnis online. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bisnis online. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2017

Cara Membuat TinyURL

  1. Siapkan Link yang akan anda ubah. Contoh :http://klik-disini15.blogspot.com/
  2. Silahkan kunjungi http://tinyurl.com/
  3. Masukan link yang akan di ubah ke dalam kotak di bawah tulisan Enter a long URL to make tiny: Contoh : http://klik-disini15.blogspot.com/
  4. Klik Tombol Make Tiny URL!
  5. Copy alamat link yang di berikan. Contoh : http://tinyurl.com/qeaulah
  6. Selesai

SELAMAT MENCOBA


Senin, 12 Januari 2015

Belajar Nge-Bisnis Online -- Perbandingan Jualan via Tokopedia VS BBM

Kembali lagi dengan pelajaran dan pengalaman yang gua dapat dari terjun langsung ke dunia bisnis online, khususnya reseller baju dropship.

Kali ini gua mau ngebandingin jualan via Tokopedia VS via BBM.
Keduanya sama-sama online, sama-sama bisa untuk jualan dropship, and now I can safely say, sama-sama punya market yang luas. Mungkin ada yang bakal argue bahwa mereka gak apple to apple. Tapi dua ini, at least buat gua, adalah dua metode teratas dalam jualan dropship. Mungkin di lain kesempatan gua bakal compare-compare lagi metode-metode yang lain :)

Anyway, here goes:

Pro's BBM:
  1. Proses copy gambar dan share ke group (baca: market) sangat mudah dan cepat. Kalau sumber gambar sama-sama dari BBM, tidak perlu crop / resize. Kualitas gambar sama dengan source. 
  2. Deskripsi produk di BBM group, singkat,  padat, dan singkat. Hehe... Jadi gak perlu repot-repot ngetik panjang-panajng untuk jelasin suatu produk.
  3. Proses update stock bisa dilakukan dalam waktu cepat, karena kita akan terima notifikasi jika supplier kita update gambar. Dengan seketika, kita bisa langsung share gambar tersebut di group kita juga. 
  4. Market sudah lumayan established (banyak).
Con's BBM:
  1. Kadang gambar di group suka hilang. Ini teknis banget, dan mostly there's nothing you can do about it...
  2. Deskripsi produk yang sedikit, membuat calon pembeli jadi harus banyak bertanya, dan kita harus cepat menjawab. Ini yang gua nilai sebagai effort jualan yang sangat besar.
  3. Banyak contact = kemungkinan dapet broadcast message yang gak penting juga tinggi. Mulai dari message2 iklan jualan, sampe message2 untuk invite orang, dan message2 lain yang gak ada hubungannya dengan peningkatan jualan kita.
  4. Banyak contact = kemungkinan di add oleh orang yang gak niat beli / jualan / bisnis alias cuma alay doang juga tinggi. Orang tipe ini ngeselin karena kadang cuma nge-message nanyain kabar (padahal gak kenal juga), dan dengan tulisan-tulisan yang ajaib pula (semacam: aph kbrx ea).
  5. Walau per-bisnis-an lewat BBM ini sudah lebih dulu nge-tred daripada Tokopedia, tapi kadang pembeli-pembelinya belum tentu lebih mature. Dalam artian, masih suka minta harga diskon, atau minta bayar belakangan, dan lain-lain. Dan ini, RESE BANGET.
  6. Order bisa berubah-ubah prior to paying. Jadi sampai barang akan di pack, masih banyak kemungkinan perubahan order....
  7.  Salah satu kekurangan utama jualan lewat BBM adalah ketiadaan rekening escrow. Jadi uang pembeli ditransfer langsung ke penjual. Di sisi pembeli, ini bikin deg-deg-an karena kita transfer duluan sementara barang belum dikirim. Di sisi penjual, ini bikin kesel, soalnya pembeli jadi 100x lebih cerewet nanyain nomor resi. Gua udah dua kali ngalamin si pembeli nya bisa 5x sehari nanyain kapan barangnya sampe. It's so stressful dan kadang-kadang gak worth it dengan margin keuntungan yang biasanya emang kecil.
Pro's Tokopedia:
  1. Free, gak perlu modal BB dulu. Bisa dikerjain di sela-sela waktu lenggang kerja.
  2. Sudah ada app nya, yang memungkinkan update, promo, dan menjawab request pembeli secara real time, kapanpun dan dimanapun
  3. Management toko mudah dimengerti, tampilan simple
  4. Ada fitur "Promo" atau "Dink it", di mana kita bisa mempromosikan barang kita ke halaman paling depan dari search sesuai kategori barang. Durasi promo ini 1 jam untuk setiap barang per toko. Tinggal kita nya aja yang harus rajin klik button Promo nya itu setiap jam, barang kita akan lebih sering muncul di hasil search. Kalau di Kaskus, ini yang disebut dengan : "sundul gaaan.." Fitur ini juga sangat  membantu bagi toko baru yang belum punya pelanggan. Hal ini sangat membantu looh, kalau kita punya website pribadi dan kita promoin link nya kemana-mana, belum tentu hasilnya sama dengan kita sering-sering "Promo" in barang kita di marketplace Tokopedia. IMHO sih itu... :)
  5.  Ada fitur Review. Ini sebenarnya bisa jadi dua sisi mata koin sih, kalau lo jualan dan service nya bagus, ya ini bisa jadi free marketing buat ningkatin trust dan penjualan. Tapi kalau barang dan service lo mengecewakan ya, everyone can know that. 
  6. Ada profile toko, dimana halaman ini menampilkan performansi toko. Berapa banyak produk yang berhasil dijual, berapa bintang dan Likes yang dia dapat, dan lain-lain. Again, ini bisa meningkatkan trust dan penjualan kalau nilainya bagus.
  7. Ada etalase. Jadi pengaturan barang yang lo jual lebih rapi. Ini berguna banget kalau jualan lo gak cuma satu jenis doang. Pembeli bisa loncat navigasi dari etalase satu ke etalase yang lain dengan mudah.
  8. Fitur utama Tokopedia menurut gua adalah: rekening escrow. Buat orang yang pemula banget dalam hal beli-beli online, mungkin ini dianggap ribet. Karena mau beli-beli aja harus register dulu, input alamat lengkap lah, harus ada kode pos lah, dll. Mungkin hal ini beda banget dengan pengalaman beli di..katakanlah olx. Tapi sebenarnya ini adalah pelindung bagi penjual dan pembeli. Si pembeli tidak langsung transfer ke penjual, tapi ke Tokopedia. Dan si penjual baru akan menerima uangnya dari Tokopedia setelah dia input resi pengiriman dan barang berhasil di terima oleh pembeli. Nice, right?
  9. Order yang masuk ke inbox penjual, sudah pasti merupakan order yang fix, karena tidak dapat berubah-ubah lagi oleh si pembeli. Dan order ini sudah lengkap isinya, baik dari barang yang dibeli, jumlah, warna, size, ongkir, sampai detil alamat pengiriman dan kurir yang ingin digunakan, sudah lengkap semua. Penjual tinggal langsung proses tanpa harus bulak-balik komunikasi dengan pembeli. Dari sisi penjual, ini membantu banget, it really takes the stress off. 
  10. Mantau penjualan juga sangat mudah, karena ada detil history transaksi, dan juga jumlah rupiah hasil penjualan kita. Dan kalau gua, uang hasil penjualan gua biarkan ada di Tokopedia. Karena itu adalah semacam tabungan buat gua, hanya ditarik kalau dalam keadaan butuh saja. Kalau uang hasil jualan langsung transfer ke rekening gua, malah gak jelas bekasnya apa :)
Con's Tokopedia:
  1. Proses upload gambar harus sabar, karena gak semudah BBM.
  2. Deskripsi barang pun harus sejelas mungkin, untuk meminimalisir pertanyaan dari pembeli. Walaupun ada fitur Diskusi juga sih kalau mau tanya-tanya.
  3. Walau sudah jualan di Tokopedia, dan harga sudah fix, namun tidak menutup kemungkinan pembeli menghubungi langsung penjual untuk minta harga diskonan (sigh.... ini tetep ada aja sih... tapi gak at least gak banyak lah....)
 Naaaah,..... itu dulu sih dari gua.
Personally gua lebih seneng jualan via Tokopedia, dan memang selama ini omset terbanyak gua dari Tokopedia dibanding media-media lain (gua udah nyoba IG, BBM, dan beberapa online marketplace lain). Menurut pengalaman gua, media ini menghasilkan lebih banyak, dan dengan effort yang lebih sedikit :)

Happy Selling!! :)

Baju, Atasan, Dress Big Size Bintaro

Rabu, 07 Januari 2015

Belajar Nge-Bisnis (lagi) -- Nyari Supplier Yang Tepat

Yeay!
Akhirnya gua bisa update ini blog dengan pengalaman-pengalaman belajar nge-bisnis gua (yang masih minim ini).

Singkat cerita Desember kemarin gua mulai getol lagi jualan baju.
Ternyata gua ini tipe penjual musiman. Jadi kalau lagi festive season gua getol jualan, kalau udah selesai, gua nyantai lagi jualannya :)
Nah, Desember kemarin kan ada event Natal dan Tahun Baru tuh, ramai lah orang-orang pada beli baju.
Gua menangkap peluang ini untuk jualan dress, khususnya dress untuk orang berukuran besar. Alhamdulilah strategi ini membuahkan hasil yang manis :)

Sebelumnya gua emang udah jadi reseller baju-baju ukuran besar, tapi memang harganya agak mahal sih.... ratusan ribu gitu. Beda lah dengan istilahnya baju-baju korea yang 50ribuan juga dapet.
Tapi memang bajunya juga ukurannya besar-besar, bahannya juga bagus-bagus. Makanya tetep ada yang beli.
Metode jualan gua tetep online, karena gua sambil kerja dan ngurus anak. Media tetep Tokopedia.
Tokopedia ini mudah digunakan, komprehensif, dan secure baik buat penjual maupun pembeli. Selain itu, dari beberapa media yang gua gunakan: Tokopedia, IG, BBM group, ternyata memang Tokopedia yang paling banyak menghasilkan. Kalau dari IG dan BBM Group agak susah konversi ke pembeliannya.

Move along.
Nah, kali ini gua berpikiran, apakah supplier gua sekarang ini adalah supplier tangan pertama? Atau dia ambil dari toko lain juga?
Akhirnya gua mulai lah investigasi tentang asal barangnya toko ini. Caranya, tak lain dan tak bukan adalah gooling. Gimana caranya?

Begini, gambar-gambar baju yang mereka jual, pasti di dapat dari suatu sumber. Kalau reseller biasanya tinggal save image gambar baju dari website si supplier, seperti yang gua lakukan selama ini. Jadi, gua menggunakan fitur Search Image dari Google.
Gua upload foto baju yang gua save dari toko itu, terus gua search, ternyata sudah ada beberapa toko yang jual produk yang sama. Beberapa bahkan jual dengan harga lebih murah.
Hmmm, kesimpulan pertama: supplier gua bukan supplier tangan pertama. Ada supplier di atas nya yang pastinya menjual baju-baju ini dengan harga lebih murah. Kalau gua bisa dapetin supplier tersebut, gua bisa dapet untung lebih banyak, dan mungkin produk lebih update.

Searching gini juga sebenarnya bisa dilakukan dengan keyword sih. Gua pake keyword kode baju dan detail ukuran bajunya. Dan voila! Setelah geser ke page 2, ketemulah suspect supplier tangan pertama nya. Seneng banget gua, karena ternyata supplier gua sekarang ambil untungnya besar banget, 15,000+10% harga baju.
Akhirnya gua kontak supplier tangan pertama ini dan apply jadi reseller nya. Memang dia mensyaratkan gua harus beli 3 baju sekaligus dulu pertamanya, baru setelah itu baju yang gua beli per pcs akan di diskon 10%.
Alhamdulilah saat itu lagi rame beli baju buat Natalan, jadi tiap hari ada yang beli baju dari Tokopedia gua, dan lebih dari satu. Nah, pas kan?! Gua gak perlu beli 3 pcs itu sia-sia, karena memang sudah ada yang order juga.

Sejak gua gabung di supplier tangan pertama itu, untung gua jadi lebih besar :)
Gua tabulasikan dalam satu bulan doang gua jualan, untung bersih yang gua dapat mencapai Rp. 1,136,000,- :) Not bad, right? Untuk sesuatu yang hanya dikerjakan kalau ada waktu luang dan cuma modal koneksi internet doang :)

Alhamdulilah, nambah pelajaran dan pengalaman jualan lagi :)
Sekali lagi, memang hal-hal kayak gini harus terjun langsung dan nekat.
Semoga jalan menuju peluncuran merk baju gua sendiri tidak jauh lagi.
Aaamin :)

Baju dan Dress Big Size Bintaro

Selasa, 10 Juni 2014

Pelajaran Dari Memulai Bisnis Reseller Baju

Well, gua belum punya bisnis reseller baju yang sukses sih... tapi... at least I've learned something from the past few months gua terjun di dunia bisnis reseller.
 Gak ada salahnya gua tuangkan disini :D

Here goes:
  • Niat dan mental yang sangat kuat
Ini beneran, serius perlu. Bukan cuma sekedar kata-kata klise. Tapi gua buktiin sendiri.
Pada saat gua niat banget ngawasin toko online gua, pesenan dateng, yah walaupun bukan yang selusin gitu... tapi ada lah kirim barang minimal sehari sekali. Dan yang nanyain baju-baju gua juga banyak, walau belum tentu semua konversi ke pembelian. But at least ada interest.
Nah, begitu gua males2an, niat mulai memudar... pembeli pun menjauh, toko online gua jadi lama gak keupdate. Kalau udah kondisi gini, malah jadi lingkaran setan, mau bangkit lagi juga udah demotivasi duluan. Ya makin tenggelam lah usaha gua. Gak pernah update2 stok lagi, males dan takut keluar modal lagi, semangat nge-bisnis nya udah ilang lah.
Makanya niat dan mental yang kuat ini perlu banget. Harus punya target yang kudu tercapai lah intinya. Jadi gak sekedar iseng-iseng berhadiah juga.
Kayak gua sekarang ini, mulai memperbaiki niat gua. Pokoknya gua punya target umur 30 gua udah punya bisnis yang steady!

Yosh! Gambare!
  • Pilih metode:
Cari metode jualan yang paling pas gua lo. Kalau lo gak kerja, masih memungkinkan untuk full buka usaha di rumah. Tapi kalau lo kerja, dan gak bisa seharian full ngurusin jualan, ya ada baiknya pake metode online. Banyak media online buat jualan: marketplace (semacam Tokopedia, Tokobagus, BukaLapak, Kaskus, dll), Facebook, BBM, Whatsapp, dll.
Media-media tersebut cocok buat mulai dari beginner sampe expert menurut gua. Terus kalau stock barang udah banyak, or dapet supplier yang memang bisa guarantee stock selalu update, bisa lah bikin toko online. Sekarang banyak provider buat web toko sendiri, yang sudah sekalian dengan pengaturan pembayaran segala. Salah satunya bukatoko.com (saat ini, ini yang gua pake, walaupun belum sempet gua update juga... hehe...)
Kalau gua sendiri pilih metode online, karena gua belum jago jualan face to face :D
Basically gua pemalu, jadi yang namanya nawarin itu bersifat sangat pasif buat gua, so online shop works the best for me.
Terus yang harus dipilih juga adalah: lo mau jadi reseller / dropshipper.
Kalau masih pemula, ada baiknya pilih sistem dropship karena lo gak repot bungkus2 barang or keluar modal awal untuk beli stock barang (yang belum tentu bisa lo jual semua). Sistem dropship ini juga bisa jadi ajang belajar buat lo. Gimana ngenalin produk yang lagi diminati sama pasar, gimana cara jualan, gimana cara jaga kualitas barang supaya customer tetep dapet barang terbaik (walaupun lo gak pernah beli barang itu), gimana ngenalin supplier yang baik dan berkualitas tapi murah, dsb dsb. Pokoknya jadi ajang belajar banget lah.
Kalau sudah PD, bisa meningkat ke reseller. Biasanya diskon yang diberikan oleh supplier kepada reseller itu lebih besar (i.e. untung lebih besar), karena reseller harus ambil barang dalam jumlah besar. Modal untuk jadi reseller bisa berkisar minimal 1 jutaan. Jadi kalau mau jadi reseller harus sudah yakin dulu lo kenal pasarnya, karena lo harus habisin barang yang udah lo beli itu.
  • Riset supplier / distributor baju yang gak hanya murah tapi juga berkualitas
Riset bisa dimulai dari desktop search, alias: googling ajaaah.
Masukin aja keyword seputar: distributor baju murah, supplier online shop murah, dan lain-lain. Semakin spesifik produk lo, semakin bisa mengerucut juga keyword yang lo masukin.
Baca-baca profile suppler, liat contoh-contoh barangnya, menarik gak? Kira-kira kualitasnya bagus gak? Harganya cocok gak? Bisa juga langsung kontak PIC nya, tanya-tanya jumlah reseller nya berapa, gimana keadaan stock barangnya, gimana caranya supaya kita bisa tetep update sama stock barang dia, gimana ketentuan-ketentuan dropship / reseller dia, bisa lo penuhin apa enggak, dll.
Usahakan untuk awal, lo jangan cuma punya satu supplier, supaya barang yang lo jual lebih beragam, lebih banyak pilihan. Lama-lama lo bakal eliminasi sendiri, supplier mana yang paling pas buat jadi rekanan bisnis lo.
  • Siapkan modal
Kadang supplier juga mensyaratkan kita beli beberapa pieces dulu untuk mulai jadi anggota dropshipper. Jadi jangan kaget, kalau kita gak bisa benar-benar memulai bisnis ini dari 0 rupiah (walau ada juga yang gak punya syarat ini, biasanya supplier udah besar dengan reseller udah banyak, which means juga.... produk dia udah banyak yang jual di pasaran sana, banyak saingan). IMHO, kita memang harus siapkan modal awal. Well, bukan modal sih sebenarnya, i prefer to call it as... ongkos belajar :)
Gak besar sih insya Allah, paling cuma ratusan ribu, tergantung harga barang yang lo pilih. Kalau baju-baju kualitas tinggi biasanya per pcs nya sekitar 250ribuan, kalau baju-baju Korea yang ukurannya kecil-kecil sih biasanya cuma 50ribuan..
Intinya jangan takut keluar modal, hitung-hitung kita liat kualitas barang dia juga. Dan itu tadi, anggap aja ongkos belajar.
  • Update toko setiap hari
Media apapun yang lo pake, toko / display lo harus diupdate tiap hari. Karena stock dari supplier juga pasti berubah-ubah, dan produk yang dia jual juga pastinya nambah lagi dan lagi.
Be the first to update your store with new arrivals. Buat display semenarik mungkin, lengkapi dengan keterangan yang jelas, singkat, padat, namun inviting. Misal: dress big size up to 6XL, high quality. minat PM.
  • Jangan malu.
Nah, ini yang masih gua pelajari. Karena basically gua ini orangnya pemalu, dan gak mau ganggu orang. Gua juga tipe yang bakal terganggu kalau FB gua di tag-in dagangan orang. Makanya gua gak mau tag orang dalam iklan FB gua.
Tapi.... orang tetep harus tau kalau lo lagi jualan. Terutama temen dan saudara, karena most likely mereka lah orang-orang yang bakal beli produk lo pertama kali (dan mungkin sekalian promosiin).
So be brave. Update page / web / BBM / grup Whatsapp / Instagram / or apapun dengan produk2 lo. Lo gak perlu tag orang, or PM orang, karena mungkin orang itu akan terganggu. Tapi at least announce it to the world that you have good products to sell.
Jangan malu di cap lagi jualan, karena ya emang lo lagi jualan kan? Mencari rejeki dari Tuhan. What's wrong with that?
Yang harusnya malu justru yang hanya duduk diam tidak berusaha, dan hanya update2 status galau or curcol gak jelas :D 
  • Service dengan baik
This is the rule of thumb buat jualan.
Ini yang bisa bikin jualan lo beda di mata customer. Contoh, packaging yang menarik, akurasi dan kecepatan yang bagus, diskon kalau beli banyak, responsif kalau ditanya-tanya (jam berapapun), dan hal-hal perintilan lain yang mungkin kecil tapi bikin pelanggan inget sama toko kita. Ini yang bisa bikin pelanggan datang lagi dan lagi. 
  • Jangan terlena, tetapkan target, dan fokus ke sana
 Masa belajar jangan lama-lama, ntar kita stuck di tempat gak maju-maju.
Biar semangat terus, tetapkan target, jangkat waktu, dan fokuslah ke sana. Kalau gua pribadi, targetnya harus bisa bikin brand baju big size sendiri by next year. Jalan menuju kesana ya gua riset pasar dengan jadi dropship baju-baju ukuran besar. Kenali kualitas bajunya, dan model yang diminati.
Gua juga udah ngantongin beberapa kontak konveksi yang kira-kira bisa produksi baju secara masal dengan harga kurang lebih hanya puluhan ribu saja. Sekarang tentunya gua belum bisa produksi masal, cuman nanti kalau gua udah punya pasar yang loyal, gua bisa masukin barang brand gua sendiri.
Itu ntar, sekarang masih riset dulu. Nyemplung dulu ke lautan bisnis baju ini dan ngelmu yang bener. Semoga punya nafas yang panjang untuk bertahan.
Nah, segitu dulu kali ya. Untuk celah-celahnya yang lain (mungkin ada mungkin juga enggak), itu gua juga masih harus belajar. Yang jelas, untuk urusan ginian memang harus terjun langsung dan belajar sendiri. Kalau diibaratin kayak belajar berenang deh, lo gak bakal bisa survive di lautan kalau lo belajar berenangnya di lantai. Ya kan? :D

Baju dan Dress Big Size Harga Terjangkau

Senin, 09 Juni 2014

Lagi Belajar nge-Bisnis :)

Lagi belajar nge-bisnis niih...
Gua pernah baca online, bahwa kalau lo belum punya bisnis sampe usia 30, berarti lo emang gak bakal punya bisnis.
Wah, gua jadi termotivasi nih, tahun depan kan gua umurnya 30 tahun.
Sebenernya udah dari tahun lalu sih gua  nyoba-nyoba jadi reseller dan dropshipper baju menyusui gitu. Tapi perkembangan bisnis gua slow banget.
Gua emang promosinya hanya sebatas taro iklan di Tokopedia dan Tokobagus sih... Facebook gak begitu jalan... terus BBM malah sering dapet message2 aneh. Kalau nawarin ke temen langsung.... gak berani :D
Jadi ya... wajar sih kalau kemajuan toko gua slow banget.
Sementara itu, temen gua di Solo pergerakannya cepet banget, baru 2,5 bulan udah bisa buka toko sendiri. Pas gua tanya-tanya gimana caranya, ternyata kalau gue simpulin, perbedaannya cuma dia lebih tekun daripada gua...
Dia juga lebih berani nawarin barang, daripada gua.

So... sekarang gua mau memperbaiki metode dan semangat gua untuk berbisnis. Target harus bisa punya brand sendiri by next year!!
Caranya?
Well, gak boleh malas. Harus berani nge-modal juga. Dikit-dikit lah.. memperbanyak koleksi toko. Dan harus berani pasang status di FB dan socmed lainnya. Pokoknya harus berani!
Harus bisa punya successful bisnis before 35. Jadi aku bisa pensiun dini dengan tenang...
Aaamiin...

ps: kunjungi tokoku di Tokopedia ya: Sheranie
Kalau web nya: http://sheranie.com

Baju dan Dress Big Size Murah Terjangkau